Hanya Sebuah Mimpi
Siang yang cerah, ditemani oleh matahari yang memancarkan senyumnya pada dunia, melukiskan pemandangan yang indah di siang hari itu.
Berdiri tegak sebuah bangunan besar dengan halaman yang sangat luas. Dihuni oleh sebuah keluarga kecil yang terlihat rukun dan bersahabat dengan tetangga sekitar. Nampak dari luar, seorang laki-laki ke luar dari rumah yang besar itu dengan baju dan sarung yang telah dikenakannya serta tak lupa sajadah yang dibawanya menuju sebuah masjid. Ternyata, laki-laki itu mau melaksanakan shalat Jum’at di masjid yang tak jauh dari rumahnya. Sebelumnya, laki-laki itu berpamitan kepada istrinya yang sedang menemani bayi mungil, sang buah hati mereka berdua.
Tiba-tiba matanya terbuka. “Ah, ternyata hanya mimpi,” demikian hatinya berkata ketika ia terbangun dari tidurnya.
Mimpi menurut sebagian orang hanyalah sebagai bunga tidur. Walaupun demikian, ia mempunyai kekhawatiran bila mimpinya itu terwujud dan menjadi kenyataan. Karena pada kenyataannya, hal itu tidaklah mungkin terjadi di dalam kehidupannya. Tetapi jika takdir Allah SWT berkata lain, ia hanya pasrah kepada-Nya, menyerahkan segala urusan tersebut kepada Allah SWT. Biarlah Dia yang mengatur semua itu, karena hanya Dia-lah sebaik-baik pengatur kehidupan dirinya.
Artikel Lainnya :
Posted on 15 Januari 2012, in Cerita and tagged Mimpi. Bookmark the permalink. 6 Komentar.




hahahaa…meski mimpi, tapi kalau indah..rasa senengnya bakal masi kerasa sampai dunia nyata kok..wkwkwk
salam kenal yah…^_^
keep writing..
Mimpi jadi kenyataan,,hemm indah banget deh
Salam kenal juga mb
“Biarlah Dia yang mengatur semua itu, karena hanya Dia-lah sebaik-baik pengatur kehidupan dirinya.”
I like this part.
dream just not a dream. it’s the god intervention.
yaap, bener..
Dia-lah sebaik-baik pengatur.
Sering ngerasaa gondok.. klo semuaa cuman mimpi..
tapi pas mimpi buruk, truss terbanguuun…. Alhamdulillaah bangeet… ;’)
kalo mimpinya indah gimana?