Monthly Archives: Maret 2010

Berapa Malaikat Yang Kau Temui Hari Ini?

Ya berapa malaikat yang sudah kau temui hari ini?
Atau hari kemarin?
Di dalam perjalananmu menuju tempat kerja?
Atau dalam perjalananmu menuju ke rumah kembali?
Berapa?

Bahkan itu di rumahmu sendiri.
Berapa malaikat yang kau temui?

Tidak ada?
Tidak mungkin! Siapa bilang?

Mari kita ingat-ingat lagi kawand…

Mungkin dia yang membuatmu marah-marah karena
membuatmu terbangun di tengah malam buta. Membuatmu
terjaga dengan tangisan. Dan kau hanya berkata dengan
bersungut-sungut, “Anak siapa sih? Rese amat
malem-malem nangis. Berisik!”

Padahal mungkin ia membangunkanmu untuk sesuatu hal
bermanfaat yang bisa kau lakukan di tengah malam itu.

Mungkin dia yang membuatmu sewot, ketika kau
bertabrakan badan di jalan sehingga membuatmu
terjatuh. Dan kau menjadi sedikit sakit dan malu. Dan
kau membentaknya dengan ucapan, “Pake mata dong kalo
jalan!”
Padahal mungkin ia mengajakmu untuk berlatih bersabar
dan malahan justru jika ia tidak menabrakmu kau akan
sedetik lebih cepat dan mungkin ceritanya akan
berbeda. Tertabrak mobil barangkali.

Mungkin dia yang membuatmu berpikir buruk, sebab
setiap hari ia selalu menengadahkan tangan padamu
dengan pakaian compang-camping dan baju dekilnya.
Sehingga membuat ini terbersit di pikiranmu, “Males
amat sih ini orang. Badan masih seger gitu loh?”
Padahal mungkin ia mengajakmu untuk berpikir positif
dan lebih bermurah rejeki, setidaknya bermurah senyum.

Ya. Cobalah ingat-ingat lagi. Berapa kali dalam sehari
kau membentak, menghardik, membenci, berprasangka,
mencibir, memaki orang lain?
Berapa kali?

Sebab mungkin sebanyak itu pulalah kau berlaku tidak
sepantasnya pada malaikat.

Senyumlah setiap hari pada siapapun yang kau jumpai.
Berpikirlah positif pada setiap orang yang kau temui.
Perlakukanlah orang lain dengan cara yang sama seperti
kau mengharapkan orang lain memperlakukanmu. Tuhan
selalu “bekerja” dengan cara yang misterius.
Maka, selalu lah peka dalam menyikapi semua ini.

“MENCARI JODOHKU I”


jadi malu aku ngomongin jodoh,,bukan saatnya sih,tapi gapapalah
sebagai pertimbangan aja buat nanti…hehe

emang sih jodoh itu ada di tangan Tuhan, tapi…apa dari kita gak ada usaha,
harusnya sih ada…entah bagaimana caranya,pazti temen-temen lebih tau…he,,
=================================================================
bersyukurlah pada Tuhan kalo udda ada calonnya,,tapi kalo belum…
jangan khawatir bro…jangan berpikiran sesempit memandang dunia…pazti akan
ada jodoh buat mu…sahabat ku, cobalah liat pulau jawa, pulau sumatra,pulau kalimantan, pulau Sulawesi eh ya lupa,, pulau madura juga(hehe),, dan pulau-pulau lain di nusantara bahkan di jagat raya!!cukup luas bukan?
satu dari makhluk-Nya pasti akan jadi pujaanmu, peneman perjuanganmu?
masih ingat bukan, laki-laki baik juga untuk waniti baik-baik dan wanita baik-baik juga untuk laki-laki baik-baik?
kalo aku baik pazti ntar dapetnya baik juga,,hehe…Dan ingatlah teman Tuhan itu tidak akan pernah menyalahi janji-Nya.
Pernah gak kita berpikir dimana Tuhan akan mempertemukan kita dengan jodoh kita nantinya???
Gak usah susah-susah mikirin,, dimana, siapa dan kapan itu uda jadi rahasia-Nya!!gk usah dipikirinlah,,kalo dipikirin bisa gila kita…ilmu kita terbatas, berbeda dengan sang Khalik yang ilmu-Nya luas…sama halnya ketika ikan yang begitu banyaknya di lautan sapa yang tiap hari memberinya makan???gk usah dipikirin semuanya sudah ada yang mengatur…
Lha ko’malah ngomongin ikan yach…hehe
Ketika Cinta Itu Gagal ……..
Ketika cinta gagal didapat, ketika pinangan tak menembus pintu pernikahan, ketika keinginan tak sesuai dengan kenyataan, apa hendak dikata???
Kebanyakan ketika ia…tapi gaapalah…hehe
Dirinya (sang pujaan dulunya) yang diyakini akan menjadi kekasih belahan jiwa. Pengobat luka dikala duka. Sang peneman perjuangan. Penyemangat hidup dikala hati dilanda kefuturan. Penyejuk pandangan dikala panah –panah setan mulai menyerang. Ternyata bukan dia menjadi jawaban…
Jangan khawatir bro…
Tiada yang salah dengan janji-Nya. Tiada yang meleset dengan ketetapan-Nya. Tiada yang keliru dengan segala iradat-Nya. Semua telah dituliskan. Setiap kejadian telah dibukukan. Dan tak mungkin ada revisi….emangnya modul sampe revisi ke-4,,hehehe
Makanya, bukan saatnya untuk merenung, menyesali diri, apalagi menyalahi takdir-Nya. Ciptakan mimpi, raih prestasi. Gali segenap potensi. Lalui hari-hari dengan menjaga semangat tinggi meski tugas menumpuk…hehehe…

SEBELUM KITA MENGELUH………..


1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.
2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak
punya apapun untuk dimakan.
3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.
4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada
tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.
5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.
6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin
mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.
9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran,
orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

ANDA ADALAH SEORANG PELARI


Setiap orang pasti pernah berlari. Banyak orang memilih lari sebagai olahraga. Lari adalah olahraga yang mudah dan murah. Anda hanya memerlukan sepasang sepatu untuk melindungi kaki Anda. Selain itu yang diperlukan hanya niat.
Dalam mencari kekayaan, kita semua adalah pelari. Kita semua adalah pelari yang berlari mulai dari awal hidup kita sampai akhir hidup kita. Garis finish-nya adalah tujuan yang hendak dicapai, kekayaan yang Anda inginkan.
Anda bukan pelari sembarangan. Anda sedang berlari untuk lomba maraton, yaitu sepanjang hidup Anda. Ini berarti Anda harus bertahan dalam waktu lama, yaitu sepanjang hidup Anda.
Keunikan Anda sebagai pelari adalah Anda berlari untuk diri Anda sendiri. Anda berlari tidak untuk menang dari orang lain. Anda berlari untuk kehidupan masa depan Anda. Anda yang menentukan kemenangan atau kekalahan Anda sendiri.
Siapa pesertanya? Tidak ada peserta lain. Pesertanya hanya satu, yaitu Anda. Salah besar jika Anda menganggap bahwa Anda berkompetisi dengan orang lain dalam mencari kekayaan.
Siapa penyelenggara lombanya? Tentu saja orang yang memiliki keinginan untuk kaya, yaitu Anda.
Bagaimana aturan lombanya? Anda yang mengatur aturannya. Yang utama adalah Anda bisa sampai garis finish.
Dimana garis finish-nya? Garis finish tersebut tidak ditentukan orang lain. Andalah yang menentukan sendiri.
Apa hadiahnya? Anda yang tentukan sendiri. Anda bisa memilih besar dan apa saja hadiahnya sesuka Anda.

SELAMAT BERLARI KAWAN!!!

“Sifat-Sifat Pemimpin”


Ketika kita diberi amanah atau diberi kepercayaan memimpin kita sering mengatakan saya gak bisa, tetapi ketika sudah berada dalam keadaan memimpin ternyata bisa dan mampu. Ternyata orang-orang diantara kita ada banyak yang tidak sadar akan kenyataan kualitas dirinya dalam memimpin. Memang kalau kita berbesar jiwa menakar kapasitas kepemimpinan kita, maka kita harus dengan teliti melihat di level mana kita berada dalam tingkat tingkat kemampuan kita memimpin. Sebagai seorang pemimpin yang notabenenya adalah sebagai panutan atas apa yang dipimpinnya haruslah mempunyai sifat-sifat kepemimpinan yang arif bijaksan serta wibawa yang tinggi agar disegani oleh kalangan orang yang bekerja bersama kita. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: