Mengejar Hidayah


Pertandingan baru dimulai, tak lama setelah suporter Persik Kediri meneriakkan yel – yel pengobar semangat tim kesayangannya. Bola yang digulirkan kaki Saktiawan Sinaga segera beralih ke penguasaan Ronald Fagundes sang otak permainan. Utak – atik sebentar, umpan terobosan langsung dilakukan. Tampak Mahyadi Panggabean berlari dari sayap kiri menyambut si kulit bundar. Dengan pergerakan yang lincah dan cepat, sosok yang dikenal rajin membantu penyerangan ini langsung menyambar bola dan membawanya berlari menyisir sisi lapangan sebelah kiri. Gary Neville, “full back” tangguh Manchester United segera menghadang. Tampak berkonsentrasi ia pada bola yang dibawa oleh Mahyadi. Bernafsu sekali untuk merebutnya. Salah sedikit saja, Mahyadi bisa kehilangan harapannya. Dengan segala skill yang dipunyai, Mahyadi mencoba melewati Gary. Matanya yang tajam segera melihat pergerakan Budi Sudarsono yang dengan gesit menrobos masuk jantung pertahanan lawan. Diawali sebuah gerak tipu, Mahyadi melambungkan bola ke jantung pertahsayan lawan, dengan tujuan si Ular Piton, Budi Sudarsono. Seperti yang kita bayangkan, Budi yang berdiri bebas segera menanduk dan melesakkan bola ke gawang Van der Sarr. Goalllllll!!!!!!

NB : Anda yang gemar bola, jangan terlalu terpaku pada kehebatan aksi Tim Macan Putih. Coba renungkan apa yang bisa kita ambil dari sana. Bagi Anda yang kurang begitu paham tentang olah raga yang satu ini, JANGAN LARI!!! Karena tak lama lagi, Anda akan tertarik dan tak mau berdiri (insya Allah, ^_^). Sabar coy!!!OK!!!Ok Coy!!!

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.(Al BaqaRAH : 153)

Teman – teman yang saya cintai karena Allah…
Rekaman singkat pertandingan bola di atas bukan iseng2 saya tulis. Tentu ada hubungannya dengan tema yang akan kita bahas kali ini. Yap, sebuah judul yang cukup menarik, menurut saya paling tidak, “Menyambut Hidayah”. Eit, da yang tak sabar ingin angkat bicara. Emang ngapain disambut akh???Kayak Pak Lurah aja. Ye, yang namanya tamu tu harus disambut teman. dan hidayah, tak lagi seperti seorang teman yang datang ke rumah kita untuk sekedar basa-basi (ujung2-nya pinjem tugas kuliah!). Tapi lebih ibarat pelanggan sebuah usaha mandiri. Tak kan berarti usaha tanpa adanya pembeli. Pembeli adalah ruh para pekerja produksi!. Lebih.
Nah, biar lebih asyik lagi kita akan coba mengkaji hidayah dilihat dari karakter para “pemain”-nya. Saya mencoba membagi para pemain hidayah menjadi 2 kelompok besar, sesuai dengan ilustrasi yang saya berikan di awal, maka deskripsi tiap karakter juga tak jauh2 dari dunia persepakbolaan (Anda yang kurang paham harusnya berterimakasih, hehe) :
1. Hard Worker
Type “pemain” pekerja keras. Kalau misal daya jelajah rata – rata pemain hanya 5000 m2, dia lebih dari 8000 m2 tiap kali main, Luar biasa bukan!!! Karakter tak gampang menyerah tampak jelas dari setiap pergerakannya. Hampir tak ada 1 m2-pun petak lapangan seluas 7500 m2 kecuali telah merasakan jejak tapaknya. Typicalnya jelas, haus akan bola!!! Tak ada kata menunggu. Sambut dan kejar terus. Bahasa gaulnya, istiqomah coy! \(^_^)/

AlIah berfirman: “Sesungguhnya Telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak Mengetahui”. (Yunus : 10).

2. Waiter
Jika Anda sudah membaca dan memahami type Hard Worker dengan jelas, Anda pasti langsung tahu, Who is the Waiter?. Benar, kebalikan dari Hard Worker, type yang satu ini lebih suka menunggu datangnya bola. Merasa cukup berada di daerahnya tanpa ada usaha untuk mencari dan memperoleh bola. Jika Hard Worker daya jelajahnya di atas rata – rata, Waiter setia berada di bawahnya. Tak banyak yang dia lakukan. Malas coy! (-_-)

Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasuki nya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, Karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, Sesungguhnya kami Hanya duduk menanti disini saja”.

Ok, sekarang kita sudah kenal type2 “pemain” hidayah. Tentu anda sudah tahu siapa yang paling banyak dicari si kulit bundar. Yap, benar sekali. Di dunia persepakbolaan, pemain yang paling dicari adalah sosok Hard Worker. Tak peduli posisi apapun itu (kecuali Mas Kiper boz, kalau ini jelas, g boleh kemane-mane!). Tapi yang perlu kita tahu, “hard worker” tidaklah mengacu pada daya jelajah saja. Niat yang kuat, tekad yang teguh, konsentrasi penuh, dan selalu siap menyambut datangnya bola. Itulah dia. Begitu juga dalam dunia per-hidayah-an. Tak perlu diragukan lagi, hard worker lebih siap menyambut hidayah daripada kawan seperjuangannya, Waiter. “Si primadona” tampaknya lebih suka datang padanya sebagai balasan setiap peluh dan “darah” yang dia korbankan.

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…(Ar-Ra’d : 11)

Anda yang jeli pasti merasakan sesuatu yang kuat muncul dari kalimat Allah di atas. “inna” , sesungguhnya. Ya, sebuah penekanan. “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
Maka, salahlah logika yang berkata, “ Kapan2 ja Mas, kalau dah dapet hidayah baru saya ngaji”, atau, “Saya berjilbab kalau udah dapat hidayah ja Mbak.” Ayolah…sampai kapan kita mau menungu??? Bola tidak akan datang ke kaki kita jika tidak ada kesiapan dan usaha untuk mendapatkannya!. Pun kalau kita berdiri bebas di pinggir lapangan, tanpa ada campur tangan lawan, tapi pandangan kita justru jauh menerawang ke luar lapangan. Atau justru, kita meninggalkan lapangan permainan!.
Ayolah kawan…Jika kita hanya mengurung pribadi dari kegiatan dan perbuatan yang bisa mendekatkan kita pada hidayah, mungkinkah dia datang kepada kita???Atau justru semakin menjauh enggan melihat kita???Kalau diam saja sulit untuk mendapatkannya, apatah dengan berbuat maksiat yang justru semakin memperlebar jarak kita dengannya???Butuh perjuangan untuk memperoleh kenikmatan, dan hidayahlah pintu kenikmatan yang sejati.
Nah, berikut ada beberapa tips supaya kita lebih mudah mendapat hidayah, insya Allah :
1. Al Qur’an, Gue Banget!!!
Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang Telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.(An Nahl : 102)
2. Bangun malam (buat sholat, boz!)
Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.(Al Israa’: 79)
3. Gaul ma orang sholeh
Dan dia (Tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.(Al Balad : 17)
4. Perbanyak Berpuasa
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin[1218], laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah Telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.(Al Ahzab :35)
5. Dzikir
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu[98], dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (AL Baqarah :152)

Hehe…anda merasa familiar dengan tips di atas???Ya jelas lah,, itu kan lagunya Kang Opick, Tombo ati. “Salah sawijine sapa bisa ngelakani, mugi – mugi Gusti Allah nyembadani”. Amin…

OK,kawan! Mari bersama – sama menyambut hidayah-Nya!

“Barang siapa mendekati-Ku dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari”

http://harymega.wordpress.com

About febrian hadi

Biasa Namun Tak Sederhana

Posted on 5 Maret 2010, in Cerita, Motivasi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: