“SURAT UNTUK SAHABAT”


Bagaimana kabarmu sahabatku? Telah lewat seminggu kau tidak menghiraukanku. Sapaku tak kau balas, pesan-pesan singkatku tak kau jawab. Sejujurnya, aku rindu pada kebersamaan kita, pada canda tawa kita, pada perhatian dan kebaikan hatimu juga pada cerita-cerita sedihmu. Adakah kau merasakan rindu yang sama, sahabat? Bila kau merindukannya, bukalah hatimu untuk memaafkanku, bila kau tidak, maka kau harus memaafkanku demi cintamu pada Yang Maha Pemaaf. Bukankah kau sangat mengetahui bahwa Dia membenci umat yang memutuskan silaturahim? Seminggu telah berlalu sedang Rasul-mu memberi batas waktu tiga hari saja.
Sejak terakhir kita berbincang sikapmu berubah padaku. Sejak itu pula aku terus bertanya-tanya. Apa yang terjadi, apa salahku? Mengapa semua ini terjadi disaat ku membutuhkan sahabat seperti kalian. Kalaulah aku yang salah tolong beri tau aku apa salahku itu, sahabat. Agar ku bias memperbaikinya dan lebih bijaksana lagi.

Barisan kalimat yang kurangkai, semata ingin agar kalian bangkit dari keterpurukan, membalut luka, menghapus air mata, untuk kemudian melangkah dengan kelapangan dada.

Sahabatku, sekarang bukan lagi saatnya kita terus bertanya, mengapa ia begini? Mengapa ia begitu? Bertanya ini dan itu hanya menimbulkan prasangka-prasangka yang nantinya akan menimbulkan terganggunya keharmonisan hubungan kita. Sahabatku, Ayo, Bismillah kita rajut kembali proses ta’aruf kita seperti yang pernah kita lakukan beberapa waktu yang lalu, saat kita masa pembinaan(pengaderan,red). Sekarang, silakan tanyakan pada diri masing-masing! Apa yang harus ku lakukan dengan kondisi yang seperti ini?

Ku sadari, tak cukup arif diri ini menasihati kalian, sahabatku. Mungkin seharusnya aku tetap menjadi pendengar yang baik dan motivator bagimu dan teman-teman mu. Tak sepatutnya aku menasihatimu dan teman-teman mu di saat kepercayaanmu dan teman-teman mu padaku belum lagi pulih. Yah, walau kau coba menguburnya jauh di dasar hatimu, aku dapat merasakan kepercayaan itu tidak mudah untuk kau hadirkan kembali setelah konflik yang terjadi di antara kita semua beberapa waktu yang lalu.

Posted on 1 Januari 2011, in Cerita, CINTA, Motivasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. sepakat…………
    keep spirit…keep smile kawan….^.^

  2. Bagus banget kakak,,,jadi gak bisa nahan air mata nih

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: