Ada Apa Dengan Indonesia Ku?

Ku berjalan di antara gedung-gedung yang tinggi menjulang
Di antara kerlap kerlip cahya
Lampu yang benderang
Kusaksikan tubuh kecil yang letih di pinggiran jalan
Hanya beralaskan lembar koran
Berselimutkan malam

… (dst)

-Lagu “Anak Jalanan” Oleh SNADA-

 

Anak JalananYah, lagu inilah yang terbesit saat melihat anak jalanan ngamen di perempatan jalan. Miris melihatnya, seusia mereka harus mengais rupaih demi rupiah di jalanan. Seharusnya seusia mereka sekolah, apalagi dengan program pemerintah wajib belajar 12 tahun. Seharusnya tidak ada lagi alasan untuk tidak sekolah karena biaya.

Siang itu kota Surabaya memang panas. Asap knalpot pun mengepul menambah panasnya kota Surabaya siang itu. Untung saja ku memakai slayer penutup hidung agar gas beracun tidak masuk dalam tubuh. 60 detik lagi lampu hijau akan menyala. Hemm, lama.

Pandangan ku tetap tertuju pada anak itu. Dan sejumlah pertanyaan terus membayangi pikiran ini. Siapa yang salah? Ada apa dengan Indonesia ku ini? Mana Indonesia ku yang katanya pusaka abadi nan jaya? Mana Indonesia ku yang katanya dipuja-puja bangsa?

Lampu hijau pun menyala, aku harus meninggalkan tempat itu, namun pikiran ini masih terbayang dengan gerombolan anak jalanan itu. Berharap Indonesia Ku lebih baik lagi.

About febrian hadi

Biasa Namun Tak Sederhana

Posted on 20 Oktober 2011, in Cerita, Sekolah Kehidupan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: