“Bekerjalah Pada Allah”

“Allah belum memberikan pekerjaan kecil ini untuk mu, sebab ada pekerjaan besar yang lebih barokah sedang menunggu mu. Maka Bersiaplah”

Bekerja

Bekerja

Dilingkungan sekitar ku saat ini sedang rame-rammenya membicarakan tentang pekerjaan. Setiap kali ketemu kawan di kampus sering kali menanyakan “kerja dimana sekarang?”,“wah.. yang sudah jadi alumni, kerja dimana nih”?Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang intinya menanyakan hal yang sama kepada ku dan temen-teman lainnya yang baru lulus. Maklumlah, secara baru saja menjadi alumni muda setelah menyelesaikan studi di ITS Surabaya.
Berbicara tentang pekerjaan ada salah satu kisah yang menurut saya pribadi patut dijadikan sebuah pelajaran berarti. Kisah ini saya dapatkan saat mengukuti kajian rutin ba’dha subuh di masjid yang tak jauh dari rumah.


Kisah ini bermula saat seorang lelaki paruh bayah yang sejak pagi-pagi buta membawa barang jualannya ke pasar. Beliau berangkat pagi karena jarak dari desa ke pasar lumayan jauh. Barang dagangan yang dibawanya adalah tangga tradisional yang terbuat dari kayu dan beberapa kerajinan kayu lainnya. Karena kelelahan, sebelum sampai di pasar lelaki ini mencoba beristirahat di bawah pepohanan besar yang cukup menaunginya dari terik matahari. Tak berselang lama datanglah seorang lelaki yang berniat membeli tangga tersebut. Terjadilah transaksi antara mereka berdua hingga akhirnya disepakati harga untuk satu buah tangga adalah Rp.10.000,-. Setelah membeli sebuah tangga, pembeli yang sedang bersama anak bungsunya tak langsung pergi meninggalkan penjual tangga tersebut. Karena dia sedang menunggu sang isteri yangs sedang berbelanja di seberang jalan. Sambil menunggu, pembeli menanyakan sesuatu ke penjual tangga.

“Pak, sampean dari mana?”, kata pembeli sambil menatap wajah panjual.
“Saya dari desa pak, jawabnya singkat
“Sering ya pak ke kota jualan dagangan yang bapak bawa ini?” imbuhnya.
“Biasanya seminggu sekali pak saya ke kota jualan barang-barang ini”
“ Kalau boleh tahu sekali ke pasar berapa duit yang bapak hasilkan?”, tanyanya lagi.
“Biasanya sih duapuluh lima ribu sampe lima puluh ribu pak”, jawabnya lagi sambil malu-malu.
“Memang cukup pak lima puluh ribu untuk seminggu membiayai keluarga bapak?” tanyanya penasaran.
Lalu apa yang terjadi, bapa itu menjawab :
“Seandainya saya bekerja kepada bapak, uang lima puluh ribu itu sudah pasti tak cukup untuk makan sekeluarga selama seminggu, tapi karena saya bekerja kepada Allah, maka Allah cukupkan segala rejeki saya dan keluarga.

***

Dari percakapan diatas ada hal yang perlu digaris bawahi, belajar itu tak harus dari seorang guru yang sedang menerangkan di depan kelas. Namun ada kalanya belajar itu kepada orang lain yang kita temui di dunia ini. Kisah ini pun meyakinkan kita bahwa Allah lah yang mengatur segala rejeki setiap makhluknya, tinggal kita berusaha, berdo’a dan bertawakal kepadaNya.

Sepenuh hati,

Febrian Hadi Santoso

About febrian hadi

Biasa Namun Tak Sederhana

Posted on 14 Maret 2012, in CINTA, Karakter, Motivasi, Sekolah Kehidupan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 21 Komentar.

  1. Wah….. foto artikelnya bikin takjub🙂

  2. Pelajaran banget ini🙂

  3. Bagus banget hikmahnya…
    Jadi kita melakukan sesuatu memang untuk ridho Allah, jadi walau upah kecil, tetap bersyukur…

  4. Ganbatte mas Alumni😀

  5. subhanallah, jawabannya yang terakhir ngena…😀

  6. Untuk Allaah.. ^_^
    hehehe ane juga bru slese… nahh pertanyaan ituu jadii menu tiap hari deh..😀

  7. subhanallah banget jawaban bapak itu, bener-bener bersyukur sama hidupnya. ini nih, motivasi baru buat saya, makasih sudah diingatkan😀

  8. Allah selalu punya cara untuk mencukupkan rezeki makhluk-Nya.. hikmah yang indah sekali🙂

  9. jalani hidup + ikhlas lillahita’ala = nikmat dunia akherat🙂

  10. keren artikel a jdi plajaran boat khdupan kta,..

  11. kamu orang sumenep kan…???

  12. tulisan yang pernah kamu tawarkan sama aku waktu aku upstat tentang hidup berumah tangga dengan uang satu juta, hahaha #itu dulu

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: