Kultwit Kisah #CintaAli

  1. Satu lagi kisah cinta seorang sahabat Nabi yang sebelumnya diuji terlebih  dahulu kesabarannya oleh Allah.
  2.  Fatimah Azzahra adalah putri dari Rasul, perempuan yang tak hanya berparas cantik namun juga berperengai baik.
  3. Ali terpesona trhdap Fatimah yg juga sepepunya itu karena kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, dan parasnyalah yg membuat Ali terpesona.
  4. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta.
  5. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis.
  6. Fatimah tdk menerima semua ini. Dengan anggunnya ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy berkumpul.
  7. Dihadapan mereka Fatimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut2 jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!
  8. Suatu hari Fatimah dilamar oleh sahabat Nabi, Abu Bakar. Sentak Ali mendengar kabar itu.
  9. Abu Bakar adalah lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Iman dn akhlaknya tak perlu diragukan lagi.
  10. “Allah mengujiku rupanya,” begitu batin Ali. Karena dibanding Abu Bakar, Ali tdak ada apa2nya #CintaAli
  11. Abu Bakar lebih utama, Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam  hijrah sementara Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.
  12. Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya (Ali) yang sempat layu.
  13. Ternyata Nabi menolak lamaran Abu Bakr. Dan Ali pun kembali menjaga semangatnya dan mempersiapkan diri.
  14. Rupanya, ujian terhadap Ali belum selesai. Setelah Abu Bakr ada seorang pemuda perkasa yang hendak melamar Fatimah.
  15. Seorang lelaki yang sejak masuk Islam membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka,
  16. Seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut. Pemberani itu adlah Umar
  17. Sekali lagi Ali tersadar, dilihat dr sgla sisi belum siap menikah, apalagi menikahi Fatimah putrid Rasullillah. Umar jauh lbh layak. Dan Ali ridha
  18. Maka Ali bingung ketika kabar itu sampai di telinganya. Lamaran Umar juga ditolak.
  19. Menantu apa yang kiranya dikehendaki Nabi? Ah, dua calon menantu Rasulullah  itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.
  20. Salah satu temannya dr kaum Anshar berkata, “Mengapa tidak engkau saja yang mencobanya kawan?”
  21. Teman2 dari kaum Anshar tetp menyemangati Ali hingga akhirnya memberanikan diri melamar Fatimah.
  22. Bertemu Rasul Ali memberanikan diri tentang keinginannya menikahi Fatimah.
  23. Ali sadar bhwa dirinya seorang yg miskin, hanya ada satu set baju besi ditambah persediaan tepung kasar untuk makan.
  24. “Engkau pemuda sejati wahai Ali!” begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya.
  25. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.
  26. Lamarannya berjawab, “Ahlan wa sahlan!” kalimat itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.
  27. Ali pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan.
  28. “Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?” Tanya seorang teman dr Kaum Anshor.
  29. “ Entahlah”, Beliau hanya  menjawab “Ahlan wa Sahlan”. Menurut kalian apa arti jawaban  itu?
  30. “Dasar tolol! Tolol!” kata mereka. Satu saja sudah cukup, tapi kau dapatkan dua.
  31. Ahlan berarti ‘iya’ dan Sahlan juga.  Dan kau dapat dua-duanya berarti ya. Kata salah satu teman kaum Anshar.
  32. Akhirnya Ali menikahi Fatimah dg menggadaikan baju besinya.
  33. Ali adalah  lelaki sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”

Follow me @febrianhadi

About febrian hadi

Biasa Namun Tak Sederhana

Posted on 30 April 2012, in Agama, Cerita, CINTA, Kultwit and tagged , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. sdah lma g berkunjung…😀 nice post mas.. heheheh
    ditunggu kunjungan baliknya ..:D

  2. “suamiku” kata Fatimah
    “sebelum menikah denganmu, aku pernah sangat menyukai seorang laki-laki dan aku sangat ingin menikah dengannya”
    berubah rona wajah Ali mendengar kalimat ini, cemburu, marah, penasaran campur aduk jadi satu. tapi tetap dengan kelembutan dan perasaannya yang halus dia berkata, “apakah engkau menyesal menikah denganku?”
    Fatimah tersenyum geli melihat ekspresi sang suami
    “tidak” ucapnya pelan
    “karena lelaki itu adalah engkau”

  1. Ping-balik: amirnazar10

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: