Sukses Kuliah?

Malam itu begitu sunyi sepi, hanya menyisakan tiga orang di rumah kontrakan. Memang malam itu malam minggu, seperti biasanya banyak teman-teman yang pulang kampung untuk melepas rindu bersama keluaga. Malam yang begitu sepi itu membuat ku bingung harus berbuat apa. Terbesit dalam pikiran, kenapa tidak membaca buku saja kan sudah lama saya tidak membaca buku. Singkat cerita buku ESQ Way 165 karangan gurunda Ary Ginanjar lah yang menjadi teman setia malam itu. Sebenarnya buku cetakan ke-45 ini sudah pernah saya baca, entah kenapa ada aura positif saat melihat buku ini hingga ku tertarik untuk membacanya lagi.

Anak Kuliahan

Anak Kuliahan

Ada hal yang menarik dari buku yang saya dapatkan saat mengikuti training empat tahun silam. Lima langkah sukses berdasarkan rukun Islam. Lima langkah ini adalah Mission Statement, Character Building, Self Control, Strategic Collaboration, dan Total Action. Sepintas berpikir dan menganalogikan pada masa-masa perkuliahan, seandainya waktu kulaih dulu saya menjalani lima langkah ini Insyaallah sukses dah ya. Namun tidak ada kata terlambat dalam belajar. Anggap saja ini sharing buat teman-teman yang masih kuliah. Begini pikiran yang terbesit saat itu.

1. Mission Statement

Untuk mission statement atau penetapan misi memang perlu diawal. Karenanya dalam mission statement terdapat sebuah kekuatan yang nantinya akan menjadi sebuah tekad yang bulat. Saat awal kuliah kita ‘diyakinkan’ bahwa pilihan kita adalah tepat dengan menjelaskan deskripsi bagaimana peluang kedepan dari jurusan yang kita pilih -dalam hal ini saya akan bercerita tentang jurusan saya saat kuliah dulu ‘Statistika’- tujuanya adalah agar misi yang kita buat menjadi hal yang konstruk dalam membangun visi. Wawasan yang diberikan pun tak hanya dari satu sudut pandang, bahkan alumni hebat pun didatangkan dalam acara tersebut. Dari awal sudah diyakinkan bahwa ‘Statistika pilihanku, harapanku, perjuanganku’.

2. Character Building

Setelah langkah pertama mission statement selesai, step berikutnya adalah character building. Membangun karakter tidaklah cukup dengan menetapkan misi saja. Namun perlu dilakukan secara terus menerus yang kita sebut konsistensi. Dalam perkuliahan, tentu kita sering kali mendapatkan tugas yang banyak dan datang setiap saat. Bahkan belum selesai satu tugas, tugas lain datang silih berganti seakan tak mau kehilangan perhatian dari kita. Tanpa kita sadari proses yang terus menerus silih berganti tersebut akan membentuk karakter kita. Kita yang menentukan, mau dikerjakan, mau mengeluh atau bekerja sambil mengeluh. Itu akan membentuk karakter kita.

3. Self Control

Step ketiga ialah self control atau kita sebut dengan pengedalian diri. Tak bisa dipungkiri tujuan akhir dari pengedalian diri ini adalah berujung sebuah keberhasilan. Bagaimana kita menyikapi dan mengendalikan diri ditengah tugas yang silih berganti datang dan jadwal ‘syuting’ (baca: jadwal rapat -bagi yang aktif diorganisasi-) yang padat. Terkadang dalam suatu kondisi kita larut dalam emosi; senang, marah, nangis, sedih. Namun yang terpenting dari ini adalah bagaimana kita menyikapinya? Kita Belajar Dari Proses. Ini akan membuat kita terlatih untuk mengendalikan diri hingga akhirnya menjadi karakter bagi diri kita.

Jadi jangan cepat ambil keputusan untuk mengeluh jika didapati masalah. Ini akan membawa kita lebih dewasa. Yang perlu kita ingat adalah manisnya sebuah perjuangan baru kita akan rasakan setelah kita berlelah-lelah berjuang.

4. Strategic Collaboration

Setelah kita punya misi, menjadi orang yang berkarakter dan mampu mengedalikan diri selanjutnya adalah bagaimana kita mengkolaborasikan apa yang kita dapat dengan apa yang kita hadapi.

“Use all resources!” Mempergunakan semua sumber daya adalah teknik dalam melakukakn sinergi untuk mencapai tujuan yang efektif.

Analoginya adalah mengapa dalam perkuliahan perlu adanya Kerja Praktek dilapangan? Mungkin ini salah satu jawabannya agar kita mampu mengkolaborasikan antara ilmu yang kita dapat dibangku kuliah dengan permasalahan real yang ada dilapangan. Dalam interaksi sosial begitu banyak persoalan muncul karena beberapa faktor. Jika kita analogikan dengan kerja praktek tadi, begitu banyak permasalah yang terjadi dilapangan terutama masalah data dan bagaimna kita sebagai ‘ahli data’ menyikapi yang hingga akhirnya berbuntut pada solusi. Yang menarik dari permasalah ini adalah, ilmu statistika yang kita dapat di bangku kuliah harus bersanding dengan disiplin ilmu lain walau akhirnya statistika yang menjadi solusinya. Inilah yang disebut kolaborasi disiplin ilmu.

5. Total Action

Langkah kelima adalah total action. Adalah sebuah bentuk implementasi ilmu yang didapat sebagai langkah awal menuju keberhasilan. Tugas Akhir adalah bentuk total action dari seorang mahasisiwa tingkat akhir. Mulai dari nol hingga menjadi sebuah paper dari hal yang mudah hingga hal yang rumit semua bersatu dalam aplikasi total ini. Hingga akhirnya Tugas Akhir ini dipertanggungjawabkan (baca: diuji) didepan dosen penguji untuk mendapatkan gelar kelulusan.

Inilah pikiran yang terbesit malam itu, lima langkah sukses kuliah yang saya ambil istilah-istilah diatas dari buku karangan gurunda Ary Ginanjar. Tidak ada maksud untuk mengubah makna asli dari buku tersebut, hanya sebuah pendapat yang menganalogikan istilah tersebut dalam dunia perkuliahan.

Sepenuh hati,
Febrian Hadi Santoso

About febrian hadi

Biasa Namun Tak Sederhana

Posted on 29 Juni 2012, in Cerita, Kaderisasi, Sekolah Kehidupan and tagged . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. wah, bagus mas febrian hadi😀
    walau point kelima tidak mudah diaplikasikan..😀

  2. Wuaaahhh…. siph nih..
    txs Mas Hadi

  3. ….hm saya mah udah mission completed! tapi baru sadar kalo semua blm sepenuhnya🙂

  1. Ping-balik: amirnazar10

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: