Monthly Archives: Agustus 2012

Ramadhanku

Baru kemarin berucap Marhaban Yaa Ramadhan
Menyambut penuh rasa nan harap
Baru kemarin memulai menata diri Menyambut rahmatMU diseitiap helaan nafas
Baru saja ku bercengkrama denganmu
kini kau hendak pergi meninggalkan.
Ramadhanku…
Rinduku belum usai
Lafadz kalam Ilahi belum tuntas ku baca
Pundi amalku masih kurang
Hafalanku masih belum sempurna
Hatiku belum sempurna tertaut kepadaNya
Ramadhanku…
Bila kau hendak pergi
satu pinta penuh harap
moga Allah mengijinkan kita jumpa di ramadhan depan hingga datangnya hari kemenangan

“Ramadhan Sebagai Persinggahan”

Hidup ini ibarat sebuah perjalanan. Dimana roda-roda kehidupan akan terus berputar dan menggelinding, yang lalu takkan pernah kembali bahkan detik ini pun sudah pasti akan menginggalkan kita saat detik berikutnya telah datang. “Hiduplah engkau didunia ini seperti orang asing atau seorang yang melintas sebuah perjalanan” begitulah Rasul mengibaratkan perjalanan hidup ini.

           Bila hidup adalah perjalanan yang panjang maka butuh waktu diri ini untuk singgah. Melepas letih setelah perjalanan, dan menunaikan hak tubuh untuk istirahat. Ada banyak hal yang dapat dilakukan saat singgah untuk istirahat itu. Pada saat inilah sang musafir menyusun rencana dan strategi baru, melakukan muhasabah atas perjalanan yang telah dilewati, mengumpulkan spirit dan semangat yang mungkin telah berkurang, menata diri untuk lebih siap dan tahan banting menghadapi situasi dan kondisi yang mungkin tak terduga. Itulah sebab kenapa seorang yang banyak melakukan dan merasakan asam garam perjalanan, biasanya lebih dapat bertahan dalam menghadapi kondisi hidup yang sangat sulit sekalipun. Read the rest of this entry

Merenung-lah

1. Pernahkah Anda #merenung? diterik siang atau kala malam datang?
2. Bila belum cobalah kau #merenung , #merenung-lah dalam keheningan. Karena ia akan membuatmu tenang.
3. Mengapa harus #merenung? | Karena berteman dengan keheningan dan ketenangan maka akan didapat kejernihan pikiran. Itulah sebabnya.
4. Apakah dengan #merenung akan mendapatkan jawaban? | tidak selalu, namun umumnya jawaban berasal dari pikiran yang tenang.

5. Selama berhari-hari kau disibukkan dg agenda padatmu, dan ketahuilah pikiran pun perlu istirahat. #merenung
6. Tidak cukup dengan tidur saja, maka tidurlah dalam keadaan terjaga. #merenung-lah dan ketentraman batin.
7. Pikiran yg digunakan itu ibaratnya air sabun yg diaduk dalam gelas kaca. Semaikn banyak sabun tercampur semakin keruh air tsb. #merenung
8. Semaikn cepat adukannya maikn cepat pula pusaran yang dibuatnya. #merenung
9. Pun, #merenung adalah menghentikan adukan. Dan membiarkan air berputar perlahan.
10. Perhatikan partikel sabun yang turun satu persatu menyentuh dasar gelas. #merenung
11. Kini telah kau dapatkan air jernih yang tersisa dipermukaan. Bukankah air jernih mampu meneruskan cahaya. #merenung
12. Demikian juga pikiran, pikiran yang jernih akan membuat ketenangan. #merenung
%d blogger menyukai ini: