Monthly Archives: Oktober 2012

Siklus 7 Abad

Saat kau sendiri tanpa aktifitas, apa yang kau lakukan? Bila pertanyaan ini diajukan kepada saya, ‘membaca’ adalah jawabku. Membaca? | Iya membaca, membaca apa saja. Baca buku, baca berita, baca postingan di blog teman dan juga membaca status FB 😛 (termasuk kategori membaca kan? 😀 ) Read the rest of this entry

“Butuh atau Ingin?”

“Need itu beda dengan want. Kita harus tahu bedanya, terlebih dalam urusan membelanjakan harta”

Sore itu, sesaat setelah pulang kator memang paling nyaman nyeruput kopi. Walau buatan sendiri rasanya tak kalah nikmat dengan kopi racikan masternya kopi. Namun ada sedikit yang kurang lengkap bila tak ada teman yang menemani, ah biasa masih bujang. Pikirku, agar tak terlalu sepi, diambillah HP beserta headset untuk dengerin siaran diradio.

Sore itu memang tak tahu jadwal siaran on air yang bagus. Namun secara tak sengaja disalah satu siaran televisi; saya mendengar percakapan oleh si penyiar meski tak sempurna mendengarkannya bahwa; “butuh itu beda dengan ingin”.

Seketika teringat kata Ustadz Antonio Syafi’I yang ngomong ini pakar ekonomi loh yang juga sebagai dosen di Univ. Andalusia (kalau ga salah) beliau berkata bahwa “Need itu beda dengan want. Kita harus tahu bedanya, terlebih dalam urusan membelanjakan harta”.

Dari statement itu mulai berpikir, saya harus tahu bedanya. Pesan beliau juga, biasanya rentan terjadi pada kaum hawa namun tidak menutup kemungkinan kaum adam. Bagiku need and want ini, bila dibuat skala prioritas need  itu lebih utama daripada want. Bener gak?

Rihlah : Wisata Sunan Ampel

Masjid Sunan Ampel

Obrolan kecil sore itu di ruang syuro kontrakan berbuah hasil. Biasanya yang dibahas tak jauh dari kondisi kampus. Namun kala itu beda,  suddenly terceletuk diantaka kami “akhir pekan nanti keluar yuk, itung-itung kita rihlah setelah seminggu dengan tugas kita masing-masing, terserah deh mau kemana.” Singkat cerita wisata religi Sunan Ampel menjadi pilihan kami. Read the rest of this entry

Kultwit #BlindSpot

01. Mengapa kita butuh orang lain dalam hidup ini? Apa karena hidup ini terlalu keras? | Bukaaan. #BlindSpot

02. Jika kehidupan ini terasa keras, itu mungkin karena terlalu lemah pada diri. #BlindSpot

03. Setiap orang senantiasa menginginkan mitra/teman yang saling menguatkan. #BlindSpot

04. Sudah pasti Taufik Hidayat adalah pebulutangkis hebat, namun mengapa masih perlu seorang pelatih? #BlindSpot

05. Karena dalam diri ini ada sesuatu hal yang tak dapat kita lihat sendiri dan hanya oranglain yang bisa melihatnya, inilah yang disebut titik buta #BlindSpot

%d blogger menyukai ini: