Manusia Itu Kaya

“Berobat dikala sakit itu perlu, namun menjaga agar tidak sakit itu penting.”

Seperti biasa seminggu sekali bapak ku menjalani fisioterapi di rumah sakit. Dua minggu terakhir ini saya yang mengantarkan dan menunggunya di rumah sakit, mumpung libur pikirku. Saat menunggu dari pagi hingga menjelang siang, tak putus orang yang datang, silih berganti. Entah apa yang diderita, yang jelas beragam penyakit.

Kala seorang pasien berobat tentu dibutuhkan biaya. Tak sedikit biaya yang dikeluarkan. Beruntung, bapak adalah seorang pensiunan dan masih memegang kartu ASKES, semua biaya ditanggung. Tak terbayang, berapa biaya yang dibutuhkan untuk berobat seorang pasien kala sakit.

Manusia itu kaya

Dari hasil menunggu terselip renungan diantara keramain rumah sakit. Kala melihat seorang pasien iba hati ini melihatnya. Tak henti berucap syukur kala diri ini masih diberi sehat.

Sungguh, orang yang sehat itu adalah orang yang kaya. Betapa tidak, ia tak harus keluarkan biaya untuk berobat. Bila dibanding dengan orang yang sedang sakit, sungguh tak ada alasan untuk tak selalu bersyukur.

“Rabbi, jangan hukum kami kala kami salah atau lupa untuk berterimakasih padaMU.”

Coba lihat oksigen yang kita hirup, Allah kasih dengan cuma-cuma. Bagaimana bila kita harus membayar itu semua, berapa jumlah yang harus kita bayar. Karenanya sepatutnyalah kita berterimakasih pada Allah. Maka sebutlah Dia Yang Maha Pengasih itu.

Keajaiban dunia itu ada pada diri

Suatu ketika pernah ku temui sebuah renungan tentang keajaiban dunia. Ditanyakan pada murid-murid oleh seorang guru tuk menyebutkan keajaiban dunia. Dan diantara mereka (murid-murid) menjawab tembok besar cina, menara miring pisa, dll sebagai keajaiban dunia. Terdiam menunduk salah seorang murid kala itu. Ditanyalah oleh sang guru, mengapa kau diam dan tak mau menyebutkan? Murid tersebut menjawab, “Saya pikir keajaiban dunia itu mata yang mampu melihat keindahan semesta, jantung yang selalu memompa darah, atau otak yang bisa berfikir. Ternyata keajaiban yang disebutkan tadi hanyalah buatan manusia semua. Lalu apakah ciptaan Tuhan yang luar biasa ini disebut bukan keajaiban dunia?”

Jawaban sang murid ini membuat kita harus merenung kembali. Apakah diri yang sempurna ini adalah bukan keajaiban dunia? Sedang manusia sendiri tak mampu menciptakan hal yang sama dengan apa yang diciptakan Tuhan nya?

“Maka nikmat Tuhan mu yang mana lagi yang kau dustakan?” 

Ngobrol bareng yuk di twitter, follow me @febrianhadi

About febrian hadi

Biasa Namun Tak Sederhana

Posted on 3 Januari 2013, in Cerita, Motivasi and tagged , . Bookmark the permalink. 35 Komentar.

  1. iya gan bener banget….
    kita sebagai mahluk ciptaaNya sudah seharusnya selalu mensyukuri atas apa yang telah Tuhan berikan…

  2. bagi saya.. Sakit itu mahal 😀

  3. terima kasih udah mengingatkan mas..
    rumah sakit memang bisa jadi salah satu tampt untuk kita kembali merenung dan bersyukur…

  4. Bener banget mas. Ni saya 4 hari sakit saja rasanya sakiiiit sekali. Padahal sdh lama ndak diberi ujian sakit🙂 Harus banyak bersyukur ya mas.

  5. Semoga saja bisa tetap menjaga kondisi tubuhnya sebaik2nya ya mas. Ini saya aja gak kuat, berasa mau pingsan, sesiangan ini.

  6. Memang, terkadang kita baru menghargai yang namanya sehat ketika jatuh sakit. Makasih sudah diingatkan, Bro.

  7. Fabiayyialaa irobbikuma tukadzibaannn?
    semoga saya pun termasuk orang yang pandai bersyukur.
    satu lagi sbg syukur kita, jangan lupa sholat dhuha-nya yah

  8. yups manusia itu sangat kaya … tubuh yang sempurna kekayaan yang tak terkira, Alhamdulillah ….

  9. Gak ada alasan kita untuk tidak bersyukur…

    kesehatan memang nikmat yg sering terabaikan y mas.

  10. fabiayyi aalaa i rabbikumaa tukaddiban…

  11. kaya harta bagiku biasa….tpi kaya hati…itu lngka…….sakit buat kita sdh biasa…psti dtng bila masanya………….tpi jngn sampai iman kita yg skit…….

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: