Menanti Pertemuan Kedua

Melalui rintik hujan malam ini. Diantara kesunyian jalanan yang mulai hening dari rong-rongan knalpot. Kutitipkan sejumput rindu untuk seperangkat penghuni dan penikmat malam.
Pada rindu malam ini, kugantungkan sedikit harapan yang basah dalam tarian hujan yang membasahi.

Ditemani secawan kopi yang kuseduh sendiri dan sebiji onde-onde mengantarkan lamunanku pada memoriku yang menyisiri lereng-lereng kota. Membersamaimu dalam sebuah perjalanan dinas.

Dan, aku masih menyimpan senyum simpul pertemuan terakir kita. Disebuah taman dibelakang gedung megah dan di depan panggung orkes perayaan kelulusan.
Dan hingga kini ku menunggu pertemuan kedua itu.

 

Sumenep, 2013

About febrian hadi

Biasa Namun Tak Sederhana

Posted on 9 Januari 2013, in Cerita, Puisi and tagged . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. Pertemuan pertama yang mengesankan dan tak terlupakan. So Sweet Memory🙂

  2. pertemuan pertama yg tak terlupakan, moga ada pertemuan2 lanjutan gan….

  3. rintik2 makan onde2 anget, mauuuuu….

  4. sangat tepat kalo kita minta kasih pada yng punya pengasih

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: