Patuhlah Pada Aturan

“Sungguh tak kupahami apa motif dari pelanggar lalulintas itu. Patuhlah akan akibat yang disebabkan, bukan karena hukuman yang dijatuhkan.”

Satu lagi fenomena yang kerap kali kita temui disekitaran kita, pelanggaran lalulintas. Fenomena ini terkadang ada motif kesengajaan dari pelaku. Entah apa yang mendasarinya. Seperti melanggar trafficlamp, melawan arus, tak memakai helm serta pelanggaran-pelanggaran lainnya. Tentu ini akan berdampak pada diri dan tentu juga sesama pengguna jalan.

 Apa sebab?

Jalan yang dipergunakan untuk hilir mudik kendaraan merupakan fasilitas umum yang diperuntukkan kepentingan bersama. Tentunya, kita harus menggunakan sebagaimana ketentuan yang berlaku. Sebab tak hanya kita yang menggunakan, karenanya sepatutnyalah kita bersikap demikian.

Sebab lainnya, dengan patuh akan semakin kecil peluang terjadinya accident di jalan. Dengan demikian kita juga membuat save orang lain berkendara.

Cobalah tengok kedalam, seberapa sering kita melawan arus atau melanggar trafficlamp. Seberapa sering pula kita peduli dengan keselamatan diri dan oranglain. Pun bila jalanan sedang sepi akankah kita tetap patuh atau sebaliknya? Bila tetap kau lakukan, kepatuhanmu akan peraturan sebab tak ada orang yang menyaksikan bukan karena kepatuhan akan kesadarn keselamatan diri. Sungguh, wahai diri, patuhlah pada peraturan akan akibat yang disebabkan, bukan sebab hukuman yang akan dijatuhkan. Ini lebih membuatmu kita selamat.

About febrian hadi

Biasa Namun Tak Sederhana

Posted on 24 Februari 2013, in Cerita and tagged , . Bookmark the permalink. 35 Komentar.

  1. Patuh berlalu lintas sebenernya juga bukti kita menghargai kepentingan yang lain. Kalo dipikir2 kalo semua cuman mikirin kepentingan dirinya sendiri, pastinya jadi ruwet khan

  2. ingat dgn akibatnya, jurus ampuh supaya nggak lagi melanggar aturan. lebih baik terlambat semenit tapi selamat, daripada lebih cepat semenit tapi masuk rumah sakit

  3. paling benci ngeliat ada sepeda tanpa lampu malam-malam. duhhh bener2 gak keliatan lho, klo tiba2 ketabrak piyeee. intinya memang kesadaran sie…
    btw, pernah ketilang gak Mas?

  4. merindu kapan kita sadar hukum mbak ika

  5. Semoga semakin banyak yang sadar dengan ini Cak, termasuk aku, sing kumat2an…😦

  6. TA smpyn juga tentang ini kan ya, mas? hehe

  7. pertama mampir kesini, salam kenal mas..saya jadi malu, sebab kadang2 saya nerobos lampu merah, saking ruwetnya lalu lintas, kalau nggak gitu diklaksonin rame2 dari belakang😀

    • Kalau kata dosen saya dulu, hanya ada di Indonesia lampu merah yang ada bunyinya.
      Bunyai klakson dr pengendara yg ada dibelankangnya. hehe🙂

      Salam kenal juga mas dr Surabaya.
      Terimakasih.

  8. Perlu kesadaran dari dalam diri sendiri ya Mas. Terkadang memang perasaan diburu waktu dan kerjaan itu membuat kita jadi ‘mengizinkan’ dan seolah-olah memperbolehkan berbuat aniaya kepada orang lain. Melanggar traffic lamp salah satunya.

  9. siap Cak..

    Athi’ullaha wa rasulahu wa ulil amri..

  10. wadduh, koq lama blm ada updetan lagi nih.

  11. masih sulit untuk membuat orang menghargai keselamatan diri sendiri maupun orang lain…

  12. begitu juga kalo patuh pada Tuhan, dijamin selamat dunia akhirat😀

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: