Penyakit Belajar

Kali ini masih berbicara tentang belajar. Jika pada postingan sebelumnya ajakan untuk terus belajar, kali ini akan membahas tentang penyakitnya. Seperti hati dalam tubuh, belajar pun juga ada penyakitnya. Apa aja penyakitnya? Sila disimak!

Disuatu kesempatan saat asik membaca buku, ku dapati bacaan tentang ‘penyakit belajar’. Penjelasan ‘penyakit belajar’ ini saya temukan di buku karangan Mas Surya Kresnanda dibukunya yang berjudul ‘Generasi MPV ~Muda-Profesional Visioner~’ pada subbab “Penyakit Belajar”

Dijelaskan ada tiga hal yang menjadi bibit penyakit dalam mendulang ilmu. Tiga penyakit itu disebutnya BEC atau Blame, Excuse dan Complain.

  • Blame <

    /i> merupakan tindakan yang menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi pada diri sendiri. Penyakit ini selalu menganggap dirinya selalu benar tanpa ada evaluasi. Padahal sehebat-hebatnya kita dalam suatu urusan pasti ada kelemahan yang tak terlihat oleh dirinya. Kelemahan ini yang disebut titik buta atau Blind Spot. Contoh
    Blame misalnya; seorang mahasiswa yang mendapatkan nilai yang kurang memuaskan lalu menyalahkan dosennya yang dianggap tidak bisa mengajar.
  • Excuse adalah dalih atas apa yang yang tidak kita lakukan atau kesalahan yang kita perbuat. Orang excuse menganggap wajar apa-apa yang seharusnya bisa diperbaikai. Singkat pemahaman bahwa excuse ini mencari-cai alas an atas kesalan sendiri. Missal; seorang mahasiswa telat untuk masuk kuliah pagi dengan alasan rumahnya yang jauh dari kampus. Padahal rumahnya sejak dulu tidak pindah. Seharusnya, ia bisa berangkat lebih awal agar tidak terlambat masuk kuliah.
  • Complain merupakan sikap mengeluh terhadap apa yang diterimanya. Biasanya orang yang sering complain ini akan jauh dari sikap syukur, sehingga potensi yang dimilikinya pun terluakan.

 Nah dari uraian singkat diatas, segera temukan control panel dalam diri dan segeralah uninstall semua penyakit yang masih terprogram dalam diri. Semoga bermanfaat ^__^”

About febrian hadi

Biasa Namun Tak Sederhana

Posted on 31 Maret 2013, in Cerita, Karakter and tagged , . Bookmark the permalink. 14 Komentar.

  1. waduh penyakit ketiga saya bangettt😦

    mengeluh, seribu potensi terkubur hanya karena satu kelemahan, Asataghfirullah …

  2. obatnta harus introspeksi, tanggung jawab dan bersyukur ya bro

  3. leh nambahin, pasrah tingkat tinggi : nyalahin takdir

  4. hahaha😀
    aku termasuk yang mana ya? hm…

  5. Ke3 hal itu yang menyebabkan orang sulit untuk maju. Thanks 4 sharing-nya mas😉

  6. penyakit yang pertama, penyakit kambuhan tuh bagi saya..
    kadang hilang.. kadang kambuh..😦

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: