Indahnya Sedekah

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” -QS. At Taubah 103-

Ayat diatas merupakan satu diantara ayat kalam Ilahi tentang zakat. Kata ‘ambillah’ diawal kalimat merupakan kata perintah yang artinya diwajibkan -bagi yang mampu-. Setiap seruan perintah nan diwajibkan akan berbalas pahala oleh Sang Khalik. Pun juga yang sunnah, karena setiap ibadah nan wajib Tuhan berikan ibadah sunnah untuk melengkapi. Sedekah misalnya, sunnah hukumnya. Ia hadir untuk melengkapi zakat yang diwajibkan.

Kali ini kisah tentang sedekah, beberapa waktu lalu saya mendapat pengalaman tentang ayat diatas. Suatu saat seorang pengemis datang ke rumah. Perawakannya seorang lelaki tua dengan peci di kepala dan tongkat di tangan. Tubuhnya renta. Seperti pengemis pada umumnya, lelaki tua tersebut meminta sedekah dari sang tuan rumah. Singkat cerita saya berikan beberapa rupiah untuk lelaki tersebut. Dan sesaat setelah memberikan lembaran rupiah tersebut, ayat-ayat Ilahi diatas berlaku. Lelaki tua itu tak lantas pergi. Ia berdiri dan mengangkat kedua tangannya seraya berdo’a. Saya pun yang masih didepan beliau juga mengangkat kedua tangan seraya mengamini dalam hati.

Beberapa menit beliau gunakan untuk berdoa. Tak begitu jelas apa yang dipanjatkan. Namun yang jelas terdengar beliau membaca suratul fatihah sebanyak tiga kali dimana disetiap jedanya beliau membaca ‘fatihah khususon’. Ini kali pertama saya menemukan orang seperti ini. Beliau tak segan mengangkat tangan dan berdo’a pada yang memberinya. Bapaknya pun tulus nan ikhlas mendo’akan. Dan diakhir perjumpaan beliau berujar, “saya terima sedekahnya, mudah-mudahan Allah yang mengganti.”

Sungguh ayat “…Inna shalaa taka sakanalullahum…” benar-benar menjadi ketentraman bagi jiwa. Mudah-mudahn saya bisa bertemu lagi dengan bapak tersebut.

About febrian hadi

Biasa Namun Tak Sederhana

Posted on 5 September 2013, in Agama, Cerita and tagged , . Bookmark the permalink. 13 Komentar.

  1. benar-benar mulia bapak peminta-minta itu..dia membalas kebaikan yang telah diberikan bro Febrian dengan mendoakan…

  2. Masrifa Wina Andriani

    guwa pernah alami juga nih. semoga ketemu beliau lagi.

  3. assalamu ‘alaikum
    feb, beremma kaberre?
    no hp paggun khan…

    btw nice story
    tapi dilema juga, ada beberapa orang yang menyalah gunakan profesi ini

  4. Berbagi tak akan membuat kita jatuh miskin, salam kenal Mas🙂

  5. sangat diuntungkan kita dipertemukan si Bapak itu… karenanyalah kita didoakan.

  6. wah ga pernah nulis2 lagi mas..

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: