Baity Jannaty

Setiap orang ingin masuk surga, namun tidak semua orang tahu jalan pintas menuju surga. Setiap orang tahu bahwa jannah itu artinya surga, namun tak semua orang sadar bahwa dirumah juga ada surga. Tersebab itu nabi saw. berpesan “baity jannaty” rumahku adalah surgaku. Artinya kita tak perlu jauh-jauh mencari surga, karena kita bisa dapatakannya dirumah sendiri. Namun bodohnya kita malah sibuk menggali surga yang jauh tapi lupa menggali surga yang dekat.

Baity jannaty itu bukanlah rumah mewah yang penuh dengan gemerlap lampu. Namun penghuni didalamnya merasa gelap batinnya. Bukan pula rumah mewah yang luasnya menyamai lapangan golf, namun hati para penghuninya sempit bagai kuburan. Baity jannaty itu yang di rumahnya terdapat ketaatan dan keharmonisan hingga mendatangkan ketenangan antar anggota keluarga.

Dalam satu kesempatan; Ust. Ahmad Alhabsyi menyampaikan 3 hal kesalahan utama yang sering kita lakukan ketika mengejar surga dirumah:

1. Sibuk mencari surga yang jauh, namun melewatkan surga yang dekat
Pada kesalahan pertama ini, sering kita jumpai dikehidupan sehari-hari. Begitu semangat kita bersedekah, menyumbang sodara yang terkena bencana, hingga mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk menunaikan haji. Namun sering kali ada amalan-amalan penting yang justru kita lupakan, yang mana amalan-amalan itu ada dirumah kita sendiri. Seperti memuliakan orang tua contohnya.

2. Mampu menciptakan kebahagiaan di luar rumah, namun lupa menciptakan kebahagiaan di dalam rumah
Untuk kesalahan kedua ini kita putar lagi memori saat kita pertama kali mendapatkan gaji. Siapa yang kita traktir untuk berbagi? Teman-teman? Padahal mereka semua notabene adalah orang yang baru kita kenal. Namun kita lupa ada yang jauh lebih berhak dari teman-teman kita, ialah keluarga kita, orangtua kita dirumah (meski terkadang tidak mau dengan alasan untuk disimpanan saja).

“Kembalilah kepada orangtuamu dan buatlah keduanya tersenyum bahagia”, begitu ujar sang nabi. Demikianlah yang dimaksud bahwa di rumah juga ada kebahagiaan (surga). Tidak perlu jauh-jauh kita mencarinya, karena ia ada bersama kita dirumah.

3. Mampu membangun kemuliaan surga di luar rumah, namun tidak mampu membuat kemuliaan surga di rumah
Kesalahan ketiga ini sering kita jumpai saat pengajian, seringkali kita temui orang-orang yang berebut menyalami dan menciumi tangan sang ustadz. Parahnya tak sedikit para penggemar yang ingin bersalaman dengan artis-artis yang diidolakannya. Pertanyaan yang timbul adalah seberapa sering dari mereka yang di rumah berebutan menciumi tangan ayah-bundanya?

Inilah yang dimaksudkan oleh ust. Alhabsyi bahwa mampu membangun kemuliaan di luar rumah, namun tidak mampu membuat kemuliaan surga di umah kita sendiri.

Dari penjelasan diatas bahwa Allah telah menyediakan kita surga, bahkan di rumah kita sendiri. Tidak hanya orangtua, melainkan suami/istri atau nanak-anak dan saudara kita. Jelas berbuat kebaikan diluar rumah bukan sebuah larangan, namun alangkah lebih sempurna bila ibadah kita diridhoi orangtuan sebagaimana sabda nabi bahwa “ridha Allah ada pada ridhaa orangtua”

Akhirnya pada tulisan yang juga akan dipertanggungjawabkan ini sebagai alarm diri untuk selalu mengambil iktibar/hikmah dari setiap kejadian.

About febrian hadi

Biasa Namun Tak Sederhana

Posted on 27 November 2013, in Agama, Cerita, Sekolah Kehidupan and tagged , . Bookmark the permalink. 15 Komentar.

  1. Kembali memuliakan apa yang ada di rumah ya mas. Memaksimalkan dulu di rumah, terutama untuk orang tua dan keluarga.

  2. betul, bro. berbuat baik dgn anggota keluarga dan kerabat dulu, baru dengan org lain…

  3. Dirumah aja bisa dapet surga ya mas, ngapain juga cari jauh-jauh. Makasih sharingnya mas ^^

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: