1. #SpiritualSamurai : Prolog

Buku ini saya dapatkan pertengahan tahun 2012 lalu. Buku karangan Bapak Ary Ginanjar Agustian ini saya dapatkan cuma-cuma bersama dua buku lainnya karena memenangkan sebuah kuis di stasiun TV milik pemerintah.

Secara umum, buku ini, menceritakan karakter orang Jepang yang dalam buku ini pula diwakili oleh Samurai. Namum -maaf-, kali ini tidak akan menceritakan tentang kesatria Samurai. Karena ada cerita menarik dari prolog buku ini.

Diceritakan, suatu ketika Pak Ary sedang akan menuju sebuah hotel di Jepang. Ketika hampir tiba, seharusnya mobil langsung belok kanan, namun si Sopir tetap lurus. Hingga jarak yang ditempuh lebih jauh dari semestinya. Menyadari hal tersebut, si Sopir langsung mematikan argometer dan meminta maaf berkali-kali seraya menunduk seperti orang Jepang lakukan biasanya. Seketika Pak Ary pun kagum atas perlakuan si Sopir yang mematikan argo karena tidak ingin merugikan penumpangnya.

Rasa kagum itu belum juga usai, saat tiba dan ingin menyerahkan ongkos, si Sopir menolak menerimanya karena alasan telah lalai dalam tugasnya dan tidak berhak menerimanya.

Demikian seklumit cerita yang ada di prolog buku ini. Ternyata karakter orang Jepang saat ini berkaitan dengan perjalanan panjang sejarah bangsa Jepang yang menjadi kesuksesan dan kemajuan Jepang.

Dari kisah tersebut setidaknya saya menemukan dua nilai yang dipertahankan oleh orang Jepang yang merupakan warisan dari Samurai. Nilai itu ialah JUJUR dan TANGGUNGJAWAB. Semoga bisa mengambil hikmah.

Posted from WordPress for Android

About febrian hadi

Biasa Namun Tak Sederhana

Posted on 20 Januari 2014, in Cerita, Karakter, Motivasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 17 Komentar.

  1. Masrifa Wina Andriani

    awesome sekali, jelas sekali perbedaannya dengan mayoritas supir taksi di “… (gak berani nyebutin, takut dikeroyok, wkwk)” ya, hehehe…
    JUJUR dan TANGGUNG JAWAB.
    #inspiratif

  2. pelajaran menarik. jadi penasaran gimana ya caranya mendidik karakter bangsa jadi kayak gitu…

  3. salut… gak salah mereka adi sehebat ini.
    *penasaran kuiz apaan sih di tipi pemerintah?

  4. lha kalau supir taksi merasa bersalah saja perilakunya spt itu. pantas, di jepang sering pemimpinnya mengundurkan diri kalau gagal atau bersalah karena malu

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: