Ulang Tahun?

dentang lonceng pagi ini
menjadi tetanda bergulirnya waktu
kencang, sang waktu berlari
tak mampu dikendalikan
dan tak mampu ku perlambat lajunya

waktu terus bergulir
hari berganti hari
lalu minggu ke bulan
kemudian bulan berganti tahun

pada satuan waktu
ku tertegun, terdiam
mengamati detik demi detik yang kan menjadi masa lalu saat detik berikutnya datang

lalu ku merenung,
menyusuri lorong-lorong pikiran
mencari kebermaknaan

apa benar usiaku bertambah,
saat hari kelahiran kembali terulang?
atau jatah waktu ku yang kian berkurang?
saat lembaran-lembaran hari rampung ku lewati?

bertambah atau berkurangnya usia adalah peringatan bagi manusia
bahwa sang waktu adalah pedang
dipotong atau memotong
begitu ujar Hasan al Banna

Semoga dapat memaknai waktu tersisa
untuk tetap mengabdi sebagai hamba Allah

– – –

Untuk para sahabat yang telah menuliskan di layar “dinding maya” ini, saya ucapkan “Terima kasih atas ucapan dan rentetan do’a ikhlasnya. Do’a yang sama terkirim kembali kepada Anda. Serta keberkahan yang mengucur deras tiada henti.”

Posted from WordPress for Android

About febrian hadi

Biasa Namun Tak Sederhana

Posted on 4 Februari 2014, in Cerita, Puisi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: