Rezeki Tak Dapat Ditiru

Akhir pekan awal bulan lalu, saya sedang bertamu ke rumah salah satu teman lama. Tentunya sebelum pertemuan kami saling menghubungi terlebih dahulu agar saling mengosongkan agenda. Kita memang agak lama tak berjumpa, tersebab kesibukan kita masing-masing. Malam itu sungguh beruntung, ternyata tidak hanya saya yang bertamu, si tuan rumah ternyata diam-diam juga menghubungi 3 kawan lagi untuk ikut bergabung dengan kita; yang tentu saja juga kawan lama kita sejak SMP.

Obrolan kita mengalir begitu saja, ada yang bercerita tentang kesibukan saat ini, kemudian tentang gadget yang lagi trend. Hingga diantara kami membincangkan tentang makanan kesukaan kita masing-masing. Salah satu diantara kami memulai pembicaraan dengan makanan favoritnya. Ialah bakso makanan kesukaannya. Ia pun menceritakan pengalaman-pengalamannya.

Ia menceritakan warung Bakso B yang menurutnya lumayan enak dengan porsi yang cukup, namun tak seramai warung Bakso A. Ia juga menceritakan bahwa pemilik warung Bakso B dulunya adalah pegawai dari warung Bakso A, bahkan, katanya lagi, ia  (pemilik warung Bakso B) adalah orang kepercayaannya dari pemilik warung Bakso A yang berhenti bekerja dan membuka warung bakso sendiri. Memang dari segi rasa tidak jauh berbeda, bahkan nyaris tanpa beda. Namun dari omzet penjualan sangat berbeda jauh, ini terlihat dari jumlah pengunjung yang cenderung sepi.

Setelah selesai menceritakan, muncul celetuk dari salah seorang dari kami; itulah bedanya pekerjaan dengan rejeki. Pekerjaan bisa kita tiru, namun rejeki tak bisa kita tiru. Bekerja adalah bentuk iktiar kita, sedang rejeki adalah wilayahNya. Ada kadarnya tersendiri, Tuhan telah menetapkannya untuk kita dan yang pasti rejeki kita tak sama walau pekerjaan kita sama, imbuh salah seorang dari kami.

About febrian hadi

Biasa Namun Tak Sederhana

Posted on 12 Februari 2014, in Cerita and tagged . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. setuju! saya ngalamin sendiri inih, mengamati ibu bapak saya dan saudara2nya, usahanya sama, tapiii yanng namanya rejeki memang ada yang ngatur. Biarpun udah disama- samain juga, tetap saja rejeki gag bisa ditiru.🙂

  2. Allah telah menjamin rezeki setiap hambaNYA

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: