Degradasi Moral

Zaman makin edan, dan tak lagi elegan sejak raja lengser dari kursi pemerintahan. Kaum-kaum baru bermunculan, dengan hiasan tanduk dan tindik, persis seperti kambing kesetanan.

Bila dulunya malam adalah waktu pemulangan bagi jiwajiwa yang haus pelukan, kini malam sebagai ladang kehidupan; dengan rok mini dan seutas tali yang melengkung dipundak untuk menutupi bongkahan.

Dengan irama yang bait liriknya mengaru biru, kau melarung seirama geliat erotis. Tubuh mungil itu melayang terbang, lalu putus kehilangan arah saat puncak kenikmatan tak lagi dirasa.

Oktober, 2014
@febrianhadi

Posted from WordPress for Android

About febrian hadi

Biasa Namun Tak Sederhana

Posted on 13 November 2014, in Puisi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Revolusi mental mas… Tambah gak jelas kayaknya

  2. Sudah terbalik, ya..?
    Semoga orang-orang bisa sadar, sih, meskipun lama.

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: