Category Archives: Motivasi

3. #SpiritualSamurai : Jalan Samurai

Sebagai seorang prajurit yang bertugas untuk melindungi tuan mereka baik dalam keseharian maupun dalam pertempuran, membuat seorang Samurai selalu merasa bahwa bahaya dan kematian bisa datang kapan saja.

Bunga sakura yang juga icon negara Jepang adalah salah satu simbol Samurai. Mengapa demikian? Karena bunga sakura bersemi hanya dalam waktu yang singkat. Seperti prajurit Samurai, bunga sakura gugur dipuncak kematangannya, akan tetapi jiwa Samurai tetap abadi dengan keindahannya. Read the rest of this entry

1. #SpiritualSamurai : Prolog

Buku ini saya dapatkan pertengahan tahun 2012 lalu. Buku karangan Bapak Ary Ginanjar Agustian ini saya dapatkan cuma-cuma bersama dua buku lainnya karena memenangkan sebuah kuis di stasiun TV milik pemerintah.

Secara umum, buku ini, menceritakan karakter orang Jepang yang dalam buku ini pula diwakili oleh Samurai. Namum -maaf-, kali ini tidak akan menceritakan tentang kesatria Samurai. Karena ada cerita menarik dari prolog buku ini. Read the rest of this entry

Manusia Itu Kaya

“Berobat dikala sakit itu perlu, namun menjaga agar tidak sakit itu penting.”

Seperti biasa seminggu sekali bapak ku menjalani fisioterapi di rumah sakit. Dua minggu terakhir ini saya yang mengantarkan dan menunggunya di rumah sakit, mumpung libur pikirku. Saat menunggu dari pagi hingga menjelang siang, tak putus orang yang datang, silih berganti. Entah apa yang diderita, yang jelas beragam penyakit.

Kala seorang pasien berobat tentu dibutuhkan biaya. Tak sedikit biaya yang dikeluarkan. Beruntung, bapak adalah seorang pensiunan dan masih memegang kartu ASKES, semua biaya ditanggung. Tak terbayang, berapa biaya yang dibutuhkan untuk berobat seorang pasien kala sakit. Baca Manusia Itu Kaya Selengkapnya

Pola Hidup

“Banyak jalan menuju Roma, maka pilihlah jalan yang efektif agar tiba lebih pagi.”~

Pernah ku merenung atas sebuah perjalanan. Dalam renungan membayangkan dalam sebuah perjalanan. Ketika kita pulang ke rumah dari bepergian, rasanya cepat sampai, karena kita sudah faham dan kenal betul tujuan dan jalan-jalan yg mesti dilalui, sampai rumah, nyaman. Berbeda dengan ketika kita bepergian, apalagai kalau bepergian ke tempat yang baru, bersama orang banyak yang tidak jelas koordinatornya, kemudian banyak orang mengeluh di sisi kiri dan kanan, lalu bekal tidak ada, peta tidak punya, dan briefing pun tidak sempat ikut. Jadinya terasa tidak menentu, dan jauh sekali. Padahal jarak berangkat dan pulang itu sama, tetapi rasanya berbeda.

Nah dari renungan inilah muncul pikiran menalar tak bertepi. Ternyata setelah dipikir ada pola yang harus dipahami.

Tuhan memang memiliki kehendak, Maha Berkehendak. Tuhan juga Maha Tahu juga Maha Adil, maka tidak mungkin mendzolimi kita. Karena itu dalam setiap kehendak Tuhan untuk alam dan manusia, disana ada pola atau sunnahnya. Maka kemudian kita mengenal hukum spiritual, hukum fisika, dan hukum-hukum lainnya. Bahkan kemenangan dan kesuksesan juga ada polanya, dan untungnya hal itu juga panduannya, ada persyaratan-persayaratannya dst. Ada panduan dan pola yg dalam bentuk tekstual yang bisa dibaca, dan yang dalam bentuk hukum kehidupan yg difahami dari pengetahuan dan pengalaman, baik dari diri sendiri ataupun dari orang lain.

Follow Twitter saya di @febrianhadi

Bijak Menghargai Waktu

“Beruntunglah bagi mereka yang bisa menghargai waktu.

Karena tak biarkan nafas berhembus tanpa kebermanfaatan”
~f.h.s~

Bijak Menghargai Waktu

Bijak Menghargai Waktu

Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: