Puisi

Heran?
Atau mungkin takjub?
Aah… Entahlah aku pun bingung memikirkannya
Makin banyak kutemui insan penulis sastra
Ingin rasa ku seperti mereka
Pun bila bisa,
bagaimana cara merangkai kata
menjadi barisan kalimat nan indah
Agar tercipta bait-bait puisi nan indah
  1. Gumpalan Awan

    Semilir angin malam menusuk tulang
    Aku mendongak ke langit
    Gumpalan awan hitam kelam menyelimuti malam
    Tak ada kerdipan bintang

    Langit begitu gelap
    Keindahan purnama tenggelam ditelan gumpalan awan
    Gemerlap cahaya bintang dikulum malam
    Keindahan malam tak kunjung datang
    Aku bisikkan pada gumpalan awan
    Janganlah kau tutupi keindahan rembulan malam ini

    -Surabaya, 7 Nopember 2011-

  2. Ramadhanku..

    Baru kemarin berucap Marhaban Yaa Ramadhan
    Menyambut penuh rasa nan harap
    Baru kemarin memulai menata diri
    Menyambut rahmatMu disetiap helaan nafas
    Baru saja ku bercengkrama dengan mu
    Kini kau hendak pergi meninggalkan

    Ramadhanku..
    Rinduku belum usai
    Lafadz kalam ilahi belum tuntas ku baca
    Pundi amalku masih kurang
    Hafalanku masih belum sempurna
    Hatiku belum sepenuhnya tertaut padaNya

    Ramadhanku..
    Bila kau hendak pergi
    Satu pinta penuh harap
    Moga Allah mengijinkan kita jumpa di ramadhan depan
    Hingga datangnya hari kemenangan

    -Ramadhan 1433 H-
    18 Agustus 2012

  3. Kau Kemana?

    Kau kemana?
    Mataku menyelasar dalam kerumunan
    menongak keatas di malam temaram
    mencari seorang putri berparas jelita

    Kau kemana?
    rindu ini kian kental menjadi debu
    hati yang kau tinggal, kian sakit memilu

    Kau kemana?
    masih ingat akan janji malam itu?
    dibawah naungan rembulan
    kita berjanji, se iya se kata

    13 Septemebr 2012

  4. Malam Nan Indah?

    Tawamu tersirat dalam senyummu
    Ceriamu terpancar dari wajah anggunmu
    Seribu kata tak kan bisa menggantikan syahdunya malam

    Pun Purnama,
    kian menambah indah di malam temaram
    Angin yang mendesir seolah ikut meramaikan suasana hati
    Ini bukti bahwa ia ada
    Bintang-bintang yang bertabur elok nan indah,
    bak mawar marun ditaman, indah menawan

    ku berharap malam ini jangan segera berakhir
    karena malam yang begitu gelap
    adalah waktu yang paling dekat dengan sang fajar.

    -16 September 2012-

  5. Mawar Merah Marun

    Ku tanam sekuntum mawar
    Ia indah menawan
    Pula harum mewangi
    Mahkota merah marun yang berpucuk ditangkai
    dikawal oleh barisan deduri
    berbaris rapi tuk lindungi Sang Mahkota Ratu

    Mawar indah ini ku tanam di taman hatimu
    Agar kau bahagia
    Ku persembahkan untuk mu
    sekuntum mawar merah tuk hiasi taman hatimu
    biarlah ia tumbuh
    hingga nanti kita bertemu, di bukit kerinduan

    -BF 12B, 30 September 2012-

  6. Cerita Senja

    Ini tentang senja kemarin
    saat langit jingga menggambarkan indahnya sore
    yang kemudian menumbuhkan segala rupa dan rasa
    rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Indah

    Senja memang waktu yang indah untuk sekedar bercengkrama dengan alam
    hingga menguatkan pagutan mahabbah yang telah lama dirajut

    Mungkin merinduiMU kembali dengan luapan rasa tak selalu biasa
    Seolah diri termagnet oleh semua pesona indahMU

    Moga Allah karuniai

    -selasa legi, 9 oktober 2012 disudut kota Surabaya-

  7. Menjelang Malam

    Turunlah segemercik air dari langit
    Atas perintah Tuhan-nya
    Mengiringi rembulan yang bersemayam dibalik mendung

    Malam yang gelap, pekat tak bercahaya
    Pula tak berbekas
    Berkatalah kepada pepohonan
    Nikmatilah seteguk rahmat malam ini
    Selamat terlelap, hingga mentari merebak esok

    -Kamis pon, 11 Oktober 2012 Grha Baitul Fath-

  8. Jalan-Jalan Malam

    Walau tak sempurna menampakkan
    malam ini disaksikan sabitnya rembulan
    aku berjalan diantara gedung-gedung tinggi menjulang
    yang bermandikan cahaya, khas kota metropolitan

    dingin yang menyelimuti malam
    menjadi teman dalam sebuah perjalanan
    mencari seongok kerinduan
    diantara segudang kesibukan

    Aku beruntung malam ini
    aku kembali bisa menemui mu
    walau ku tahu kau tak bulat sempurna malam ini

    Ini sudah cukup, bagiku
    karena sejak malam itu
    kau tak nampak lagi
    mungkin sebab langit Surabaya tak bersih lagi

    -Senin pahing, 15 Oktober 2012 diperempatan jalan Surabaya-

  9. Berapa kali ku ajukan pertanyaan,
    bukan jua sebuah sangkaan,
    semuanya berawal dari sapaan,
    namun kau jawab dengan helaan

    tak usahkah kau berpaling
    dari urusan yang amat penting
    agar kau tak dicap sebagai maling

    Asal kau mengerti
    dalam diri ada segumpal hati
    ia hidup mengatur diri
    meratap tangisan sekantung hak dikebiri.

    -Selasa pon, 16 Oktober 2012 BF 12B-

  10. Kau tahu kami darimana?
    dari segala penjuru mata angin kami datang.
    Bukan dari mana kita datang
    melainkan mau kemana setelah ini, itu prinsip kami

    Walau bahasa kami beda
    kami bisa rukun laiknya keluarga
    bahasa Indonesia lah pemersatunya

    kaya dan miskin tak ada beda
    melebur dalam kekompakan
    hingga terikat dalam jalinan kesolidan

    Bagiku ini adalah sebuah trialektika
    trialektika kekeluargaan-kekompakan-kesolidan yang dibalut dengan cinta
    karena kami di Bina dalam naungan Cinta

    -dimalam temaram, 20 oktober 2012 BF 12B-

  11. Menyapa Malam

    Ku biarkan dingin menyapaku malam ini
    Menyapa sebagian penduduk di luasnya bumi
    Karena ku ingin bercengkrama dengannya
    walau ku tahu pesan alam yang kan kudapat

    Aku ingin mencari arti
    dari apa yang ku lihat
    dari segala yang ku dengar
    dan dari emosi yang kurasakan
    ternyata malam mengajariku kesederhanaan
    Purnama yang menemani ternyata membawa kelembutan didalamnya
    Ia bercahaya agar kau nampak eksis
    Karena dalam kegelapan tak seorangpun tahu eksistensi mu walau ku tahu kau hidup
    Ya setidaknya pesan itu yang kudapat malam ini.

    -Malam Jum’at Pahing, 9 Nopember 2012 BF12B-

  12. yah gak usah ngirim puisi dehhh,,,cuma mbaca aja…hahaha

Silahkan berkomentar :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: