Arsip Blog

“Ramadhan Sebagai Persinggahan”

Hidup ini ibarat sebuah perjalanan. Dimana roda-roda kehidupan akan terus berputar dan menggelinding, yang lalu takkan pernah kembali bahkan detik ini pun sudah pasti akan menginggalkan kita saat detik berikutnya telah datang. “Hiduplah engkau didunia ini seperti orang asing atau seorang yang melintas sebuah perjalanan” begitulah Rasul mengibaratkan perjalanan hidup ini.

           Bila hidup adalah perjalanan yang panjang maka butuh waktu diri ini untuk singgah. Melepas letih setelah perjalanan, dan menunaikan hak tubuh untuk istirahat. Ada banyak hal yang dapat dilakukan saat singgah untuk istirahat itu. Pada saat inilah sang musafir menyusun rencana dan strategi baru, melakukan muhasabah atas perjalanan yang telah dilewati, mengumpulkan spirit dan semangat yang mungkin telah berkurang, menata diri untuk lebih siap dan tahan banting menghadapi situasi dan kondisi yang mungkin tak terduga. Itulah sebab kenapa seorang yang banyak melakukan dan merasakan asam garam perjalanan, biasanya lebih dapat bertahan dalam menghadapi kondisi hidup yang sangat sulit sekalipun. Read the rest of this entry

Iklan
%d blogger menyukai ini: