Arsip Blog

Begitu Mempesonanya

Di indahnya taman, mataku tertawan pada sekuntum mawar. Pada aneka warna yang ditawarkan, merah marun. Warna yang kerap kali membuatku tertegun akan keelokannya. Jika boleh ijinkan aku menyentuh, dan memilikinya. Bukan hanya sebagai hiasan, namun hiasan di taman hati. Karena ku tahu bukan hanya kumbang taman yang tertarik namun hati kecilku pun juga ikut merasaknnya. Read the rest of this entry

“Bekerjalah Pada Allah”

“Allah belum memberikan pekerjaan kecil ini untuk mu, sebab ada pekerjaan besar yang lebih barokah sedang menunggu mu. Maka Bersiaplah”

Bekerja

Bekerja

Dilingkungan sekitar ku saat ini sedang rame-rammenya membicarakan tentang pekerjaan. Setiap kali ketemu kawan di kampus sering kali menanyakan “kerja dimana sekarang?”,“wah.. yang sudah jadi alumni, kerja dimana nih”?Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang intinya menanyakan hal yang sama kepada ku dan temen-teman lainnya yang baru lulus. Maklumlah, secara baru saja menjadi alumni muda setelah menyelesaikan studi di ITS Surabaya.
Berbicara tentang pekerjaan ada salah satu kisah yang menurut saya pribadi patut dijadikan sebuah pelajaran berarti. Kisah ini saya dapatkan saat mengukuti kajian rutin ba’dha subuh di masjid yang tak jauh dari rumah.

Read the rest of this entry

Niat Dan Imajinasi

“Seluruh lembah, gunung, dan gurun yang pernah kulewati, pasti akan selalu kuingat sekaligus kubayangkan segenap strategi yang akan kugunakan, jika suatu saat aku berperang di tempat itu.” Itulah ungkapan Khalid bin Walid tatkala mengenang strategi yang digunakannya dalam Perang Yarmuk. Itulah kemenangan perang sekaligus prestasi militer paling prestisius yang pernah dicapai Khalid. Itu pulalah yang pembuktian paling nyata dari gelar yang diberikan Rasulullah saw. kepadanya sebagai Pedang Allah yang selalu terhunus. Read the rest of this entry

“HATI BERKATA PADA MATA”

Mata adalah penuntun dan hati adalah pendorong dan penuntut. Yang pertama memiliki kenikmatan pandangan dan yang kedua memiliki kenikmatan pencapaian. Dalam dunia nafsu keduanya merupakan sekutu yang mesra dan jika terpuruk ke dalam kesulitan dan keduanya besekutu dalam cobaan, maka masing-masing akan mencela dan mencaci.

Suatu hari hati berkata pada mata, “Kaulah yang telah menyeretku kepada kebinasaan dan mengakibatkan penyesalan karena aku mengikutimu beberapa saat saja. Kau lemparkan kerlingan matamu ke taman itu, kau mencari kesembuhan dari kebun yang tidak sehat, dan kau salahi firman Allah, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya’, kau juga salahi sabda Rasulmu.

“Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah Iblis. Barang siapa meniggalkannya karena takut kepada Allah azza wa jalla, maka Allah memberi balasan iman kepadanya, yang akan didapatai kelezatannya di dalam hatinya”(HR.Ahmad) Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: