Arsip Blog

Mawar Merah Marun

Ku tanam sekuntum mawar
Ia indah menawan
Pula harum mewangi
Mahkota merah marun yang berpucuk ditangkai
dikawal oleh barisan deduri
berbaris rapi tuk lindungi Sang Mahkota Ratu

Mawar indah ini ku tanam di taman hatimu
Agar kau bahagia
Ku persembahkan padamu
sekuntum mawar merah tuk hiasi taman hatimu
biarlah ia tumbuh
hingga nanti kita bertemu, di bukit kerinduan

Iklan

Begitu Mempesonanya

Di indahnya taman, mataku tertawan pada sekuntum mawar. Pada aneka warna yang ditawarkan, merah marun. Warna yang kerap kali membuatku tertegun akan keelokannya. Jika boleh ijinkan aku menyentuh, dan memilikinya. Bukan hanya sebagai hiasan, namun hiasan di taman hati. Karena ku tahu bukan hanya kumbang taman yang tertarik namun hati kecilku pun juga ikut merasaknnya. Read the rest of this entry

Hujan Itu . . .

Gemercik Hujan
Gemercik Hujan

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. [6:99]

Lebih lengkap baca disini

%d blogger menyukai ini: