Arsip Blog

Hanya Sebuah Mimpi

Siang yang cerah, ditemani oleh matahari yang memancarkan senyumnya pada dunia, melukiskan pemandangan yang indah di siang hari itu.

Berdiri tegak sebuah bangunan besar dengan halaman yang sangat luas. Dihuni oleh sebuah keluarga kecil yang terlihat rukun dan bersahabat dengan tetangga sekitar. Nampak dari luar, seorang laki-laki ke luar dari rumah yang besar itu dengan baju dan sarung yang telah dikenakannya serta tak lupa sajadah yang dibawanya menuju sebuah masjid. Ternyata, laki-laki itu mau melaksanakan shalat Jum’at di masjid yang tak jauh dari rumahnya. Sebelumnya, laki-laki itu berpamitan kepada istrinya yang sedang menemani bayi mungil, sang buah hati mereka berdua. Read the rest of this entry

“KEKUATAN MIMPI”

Pertengahan 2009, ketika itu saya sedang menghadiri Musyawarah Kerja Nasional Ikatan Himpunan Mahasiswa Statistika Indonesia XI di Bogor, saat acara pembukaan dari pihak panitia ada sebuah training motivasi dimana pada saat itu dipandu oleh seorang trainer yang sangat berpengalaman. Disela-sela training, trainer bercerita tentang betapa hebatnya kekuatan mimpi.

Ada sebuah cerita, cerita ini merupakan cerita yang terjadi di masyarakat. Suatu ketika ada seseoarang yang berpenghasilan pas-pasan yang ingin menyempurnakan rukun Islam dengan menunaikan ivadah haji. Keinginan itu semakin memuncak saat melihat salah satu dari sanak saudarnya yang berangkat untuk menunaikan ibadah haji. Suatau saat orang yang berpanghisaln pas-pasan ini punya inisiatif untuk membuat sebuah celengan kecil yang terbuat dari sisa tempat kue Khong Gu*n yang diperolehnya saat lebaran kemaren.
Uniknya celengan ini bukan seperti celengan seperti biasanya yang hanya ada lubang di bagian atas. Orang ini lebih kreatif, mungkin ini berawal dari kekuatan mimpi beliau yang ingin menyempurnakan ibadahnya yang kemudian Allah memberikan jalan baginya.

Lalu apa yang beliau lakukan pada celengan tersebut? Beliau menghiasi celengan tersebut dengan gambar Ka’bah atau miniature dari Ka’bah. Tidak hanya ini yang beliau lakukan. Sebelum memasukkan uang ke dalam celengan tersebut, beliau mengelilingi kotak kue tersebut layaknya Ka’bah sebanyak 7 kali dengan berlawanan arah jarum jam, dengan melantunkan Talbiyah hal yang sama ketika para jama’ah haji yang mengitari Ka’bah (thawaf) sebanyak 7 kali dengan Ka’bah berada di sebelah kiri atau berlawanan arah jarum jam. Ini beliau lakukan setiap harinya secara rutin. Setelah uangnya lumayan banyak, beliau menyimpannya di Bank.

Alhasil, usaha beliau berbuah manis, beliau berhasil melaksanakan ibadah hajinya dari uang celengan tersebut. Suatu pelajaran tentang kekuatan mimpi yang sungguh luar biasa. Berawal dari mimpi yang sangat kuat dan usaha yang maksimal, beliau berhasil melaksanakan ibadah hajinya.
Mudah – mudahan cerita singkat tersebut bisa membuat kita selalu termotivasi untuk menggapai mimpi kita. Karena orang-orang hebat yang ada di dunia ini, berawal dari sebuah mimpi.

Salam Perjuangan!!!

%d blogger menyukai ini: